Thursday, July 6, 2017

Trik Jitu Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Mudah Menangis

Posted by Abu Alifa on Thursday, July 6, 2017

Cara Mengatasi Anak Cengeng



Cara Mengatasi Anak Cengeng - Sebenarnya menangis bagi anak adalah sesuatu yang wajar dan biasa. Hal ini adalah salah satu bentuk ekspresi atau cara anak mengungkapkan perasaannya kepada orang lain. Namun, yang tidak wajar adalah ketika anak menjadikan aktifitas menangis sebagai rutinitas bahkan senjata utama ketika menghadapi segala hal.

Minta ini menangis, minta itu menangis, menghadapi ini menangis, menghadapi itu menangis, seolah-olah semua yang diinginkan harus diminta dengan menangis, begitupun semua hal yang tidak ia inginkan juga dihadapi dengan menangis. Inilah Masalahnya.

Kalau kita tela'ah sebenarnya ada beberapa sebab mengapa anak menjadi cengeng dan mudah menangis, diantaranya adalah :

1. Perasaan Frustasi
Anak tidak bisa mengungkapkan lagi perasaannya, mungkin ia jengkel, merasa tidak nyaman, sakit, lelah atau hal-hal lain yang tidak disukainya namun ia tidak bisa mengatakannya kepada orang lain, maka ia mengekspresikan perasaannya itu dengan cara menangis. Begitu pula mungkin anak menginginkan sesuatu namun ia tidak mampu menyampaikan keinginannya itu, maka menangislah yang ia pilih sebagai alat komunikasi kepada orang lain.

2. Butuh Perhatian
Adakalanya anak membutuhkan perhatian orang lain, entah itu orangtua, guru atau temannya agar ia diperhatikan. Misalnya seorang kakak yang dulunya anak tunggal kemudian mempunyai adik, awalnya ia selalu jadi pusat perhatian kedua orangtuanya karena anak satu-satunya, lalu muncullah sang adik yang membuat perhatian orangtua terbelah, dari sinilah ia merasa kurang lagi diperhatikan, maka ia pun berinisiatif membuat hal yang menarik perhatian orangtuanya.

3. Terlalu Dimanja
Anak menjadi cengeng bisa jadi salah satu sebabnya adalah pola asuh orangtua yang kurang tepat terhadap dirinya. Ia menjadi tidak mandiri dan terlalu bergantung kepada orang lain, entah ayah-bundanya atau pembantunya. Sedikit saja ia menghadapi masalah, ia lantas menangis agar diperhatikan dan dibantu orang lain.

Anak menjadi seperti ini karena ia terbiasa dibantu oleh orang lain. Sedikit saja kena masalah ia buru-buru dibantu, bahkan ia tidak pernah dilatih menyelesaikan suatu masalah sekecil apapun. Misalnya untuk mengambil minum atau makan ia selalu saja dibantu, begitu juga keperluan pokok lainnya. Akibatnya ketika tidak dibantu, ia akan menangis.

Lalu bagaimana solusi atau cara mengatasi anak cengeng?


cara mengatasi anak menangis
Salah satu masalah pokok penyebab anak mudah menangis yang harus dipahami adalah ketidakmampuannya mengungkapkan apa yang dirasakannya kepada orang lain secara pantas, kecuali menangis. Ia tidak mau berbicara meskipun ia sebenarnya sudah bisa berbicara.

Berbeda dengan bayi yang tidak mengenal bahasa lisan kecuali menangis, pada anak-anak ketidakmauannya untuk berbicara mungkin lebih didorong karena perasaan malu, malas ataupun takut untuk berbicara.

Sebab lain mengapa anak-anak mudah menangis adalah seperti yang sudah dijelaskan diatas yaitu diantaranya karena mereka ingin mendapat perhatian. Hal ini bisa terjadi karena mereka merasa orang lain, terutama orangtuanya baru mau memperhatikannya jika ia menangis, maka jadilah tangisan itu sebagai senjata utamanya untuk menarik perhatian.

Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi cara mengatasi anak menangis pertama yang bisa ditawarkan kepada anak-anak seperti ini adalah :

1. Mengajak dan melatih untuk berani berbicara

Orangtua perlu mendekati anak-anak yang mudah sekali untuk menangis, mengajak mereka berbicara, mengapa mereka begitu, apa yang mereka inginkan atau apa yang tidak mereka inginkan. Ajari supaya mereka menyampaikan perasaannya dengan berbicara secara baik, bukan dengan marah-marah apalagi menangis.

Cobalah jangan turuti permintaan mereka sampai mereka dapat berbicara dengan baik untuk meminta sesuatu. Memang tidak mudah, namun perlahan-lahan hal itu akan menjadi kebiasaan bagi mereka hingga akhirnya tabiat buruk mereka lambat laun akan berubah.

2. Memberi Perhatian

Memberi perhatian tidak selalu sama dengan menuruti permintaan mereka. Memberi perhatian lebih kepada pendekatan kepada anak baik sebelum ia menangis atau ketika ia sedang menangis. Sering kali anak-anak menangis karena menganggap bahwa dengan menangis maka orangtua akan lebih memperhatikannya.

Hal ini tidak lepas dari kebiasaan banyak orangtua yang hanya merespon anaknya ketika si anak berulah, sebaliknya ketika si anak bersikap manis jarang sekali orangtua yang mau memuji dan memperhatikannya, mereka menganggap hal seperti itu wajar dan sudah sepantasnya. Akibatnya anak akan memilih bersikap negatif supaya mereka lebih diperhatikan orangtuanya.

3. Perubahan Pola Asuh

Ada perbedaan yang terkadang jarang dipahami oleh para orangtua antara kasih sayang dan memanjakan. Terkadang orang tua menganggap bahwa perhatian mereka yang berlebihan pada si buah hati merupakan bentuk kasih sayang mereka, padahal tanpa disadari sifat berlebihan itu justru berdampak negatif pada masa depan anak.

Contohnya sikap memanjakan tadi. Apa-apa anak selalu dibantu, jatuh sedikit saja langsung direspon secara berlebihan, akibatnya anak justru tumbuh sebagai pribadi yang rapuh dan manja. Sebab tidak terbiasa menghadapi kesulitan atau tantangan. Ini merupakan salah satu kesalahan dalam mendidik anak yang disadari atau tidak sering dilakukan olah para orangtua.

***

Mendidik anak agar sukses, menjadi mandiri, berani dan tidak cengeng salah satunya adalah dengan membiarkan anak belajar menghadapi sendiri tantangannya. Contohnya ketika anak terjatuh dilantai, melihat hal itu sebaiknya para orangtua tidak usah terburu-buru atau heboh menanggapinya, lihat saja dulu dari jauh seberapa parahnya, kalau sekilas hanya jatuh biasa maka tidak usah ditolong, cukup perhatikan dan beri semangat atau dorongan bagi anak untuk segera bangkit, misal katakan "Ayo sayang kamu tidak apa-apa, kamu kan jagoan, ayo cepat bangun dan jalan lagi, tapi hati-hati ya!"

Ucapan seperti itu tentu lebih positif dan membangkitkan semangat anak , daripada berkata "Aduh, kasian deh adik sakit ya?" dia tentu akan menangis dan semakin manja kepada Anda.

Begitu pula jangan lemparkan tanggung jawab atau kesalahan pada pihak lain, seperti "Aduh, kodoknya jahat ya, gara-gara kodok kamu terjatuh", padahal tidak ada kodok yang membuat anak terjatuh. Dengan ucapan seperti itu anak justru belajar untuk tidak bertanggung jawab dan malah menyalahkan pihak lain.

Itulah cara mengatasi anak cengeng dan mudah menangis yang bisa anda coba terapkan. Semoga Bermanfaat.

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan komentar anda! Terima kasih :)

Featured Post

18 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Yang Sering Dilakukan

Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak - Memberikan pendidikan terbaik bagi anak adalah tugas...