Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini




Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini - Banyak orangtua menganggap bahwa pendidikan anak hanya dapat dilakukan setelah anak besar. Padahal menurut banyak penelitian, anak membutuhkan pendidikan sejak usia 0-3 tahun. Pendidikan pada usia 0-3 tahun justru merupakan pendidikan yang paling penting untuk anak.

Masa tumbuh kembang 0-3 tahun disebut sebagai masa pertumbuhan emas atau golden age. Pada masa golden age terjadi perkembangan fisik dan perkembangan otak atau kecerdasan yang sangat pesat. Karena 80% pertumbuhan otak terjadi pada masa ini, sedangkan penyempurnaan 20% sisanya terbentuk diatas usia 0-3 tahun.

Pendidikan yang diberikan kepada anak tidak harus selalu seperti pendidikan yang dilakukan oleh guru di sekolah. Pendidikan yang dilakukan oleh orangtua justru merupakan pendidikan yang paling utama dan paling penting. Pada usia 0-3 tahun anak-anak belajar dengan cara dan metode yang sederhana, karena pada masa tersebut anak belum mengerti benar apa yang mereka lihat, rasakan dan pelajari. Oleh karena itu dukungan dan bimbingan orangtua sangat dibutuhkan.

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

pentingnya pendidikan anak usia dini
Pendidikan Anak

Pendidikan adalah aset penting bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan harus diberikan kepada anak sejak lahir hingga dewasa. Pendidikan anak tidak boleh dipaksakan, pendidikan anak harus disesuaikan dengan tingkat usia, kebutuhan, intelektual, emosional, sosial serta aspek terkait lainnya.

Baca juga : Pentingnya Pendidikan Seks Usia Dini Pada Anak

Pendidikan anak usia dini sangat penting karena anak mengalami perkembangan fisik, mental dan kecerdasan yang sangat pesat. Menurut penelitian sekitar 50% kecerdasan orang dewasa telah terjadi pada saat anak berusia kurang dari 4 tahun.

Periode tumbuh kembang pada tahun pertama anak dapat disebut sebagai periode kritis. Perkembangan kecerdasan yang diperoleh pada periode ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan di periode berikutnya dan terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Masa emas ini hanya datang sekali dan kegagalan pada periode ini bersifat menetap dan akan sangat mempengaruhi kualitas kecerdasan anak di masa mendatang.

PERAN ORANGTUA DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI

peran orang tua dalam mendidik anak
Kewajiban orang tua terhadap anak

Anak ibarat kertas putih yang sangat mudah ditulisi, apapun yang kita ajarkan kepada anak tentunya akan membekas dalam ingatannya dalam waktu yang sangat lama. Setiap orangtua tentunya menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya oleh karenanya sebagai orangtua berkewajiban memberikan pendidikan yang tepat bagi buah hatinya.

Keluarga atau orangtua merupakan tempat pendidikan yang paling utama dan paling penting bagi anak, terutama untuk pendidikan anak usia dini. Sebab dalam keluarga anak dilahirkan dan tumbuh menjadi dewasa. Bentuk serta ciri-ciri pendidikan dalam keluarga akan selalu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan watak, budi pekerti dan kepribadian individu.

Orangtua sebagai orang terdekat anak memiliki peranan yang sangat vital terhadap masa depan anak. Adapun kewajiban orang tua terhadap anak dan tanggung jawabnya yang perlu dibina dan disadarkan adalah sebagai berikut :

  • Memelihara dan membesarkan anak agar anak dapat hidup secara berkelanjutan serta mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan kecerdasan yang optimal.
  • Melindungi dan menjamin kesehatan baik jasmani maupun rohani, dari berbagai macam penyakit dan bahaya lingkungan.
  • Mendidik anak dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang berguna bagi kehidupan anak sehingga ketika anak tumbuh dewasa mampu berdiri sendiri dan berguna bagi orang lain.
  • Membahagiakan anak, menanamkan nilai-nilai luhur serta menetapkan etika dan sopan santun sehingga anak dapat bergaul di masyarakat dan diterima dengan baik.


Adapun hal-hal yang harus dilakukan orangtua dalam mendidik anak adalah sebagai berikut :

  • Jadikan orangtua sebagai tokoh idola anak
  • Mengarahkan dengan memberi teladan
  • Mengembangkan kasih sayang
  • Terlibat dalam proses belajar anak
  • Orangtua senantiasa mengajarkan kejujuran dan budi pekerti yang luhur
  • Orangtua mengajari anak dengan penuh kesabaran dan senantiasa mengendalikan emosi
  • Selalu memotivasi anak untuk senantiasa mengembangkan diri, menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama, tanggung jawab dan rela berkorban.
  • Mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai religi atau agama agar anak tumbuh menjadi pribadi yang senantiasa beriman dan bertakwa.


Sebagai panduan bagi orangtua agar bisa memberikan pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan usia anak dan tidak salah dalam menilai tumbuh kembang buah hati, berikut adalah tahap perkembangan bayi atau siklus perkembangan fisik dan mental anak pada usia 1-24 bulan.

Usia 1 bulan
Pada usia satu bulan seorang bayi atau anak mulai bisa mengangkat kepala, menahan kepala dengan sudut 45 derajat, manatap wajah, pandangan bayi mengikuti objek, merespon suara, mengeluarkan suara ‘aah’ dan ‘ohh’ serta bisa tersenyum dan tertawa.

Usia 2 bulan
Sudah bisa bergumam, dapat melihat dan mengikuti benda, bayi memperhatikan tangannya, dapat menahan kepala dan menahannya beberapa saat, tersenyum dan tertawa, membuat gerakan lebih teratur dan kaki sudah mulai bisa menahan beban ringan.

Usia 3 bulan
Dapat mengenali wajah dan bau orang-orang disekitarnya, dapat mengangkat dan menahan kepala lebih stabil, pandangan dapat mengikuti objek bergerak, berteriak, tertawa kecil, memainkan ludah, dapat merespon suara keras dan dapat menahan mainan dengan tangan.

Usia 4 bulan
Dapat mengangkat beban dengan kakinya, berguling, meniru suara 2 suku kata seperti ‘mama’, ‘papa’, ‘dada’, tumbuh gigi pertama, tertawa saat mendengar orang berbicara dan dapat menggenggam mainan.

Usia 5 bulan
Bermain dengan tangan dan kakinya, mengenali namanya sendiri saat dipanggil, dapat membedakan warna dasar, dapat berguling dan tengkurap, memasukan benda ke dalam mulut, tidak mau berpisah dengan orang terdekat (ibu), serta merespon suara-suara baru.

Usia 6 bulan
Akan menoleh ke arah datangnya suara, menirukan suara, berguling-terlentang-tengkurap, siap menerima makanan pendamping ASI (MP-ASI), memasukan benda ke dalam mulut, dapat memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain dan dapat duduk tanpa sandaran.

Usia 7 bulan
Dapat melambaikan tangan, berdiri dengan berpegangan, membenturkan dua benda dengan tangannya dan mengenali benda-benda yang dipegangnya.

Usia 8 bulan
Berdiri dengan berpegangan, lebih sering berbicara, merangkak, dapat menunjuk benda, mencari benda yang disembunyikan, dapat mengambil benda dengan menjepitnya, belajar berjalan dan dapat menunjukan ekspresi dengan gerak tubuh.

Usia 9 bulan
Mengoceh, mengenali benda-benda disekitarnya, dapat minum dari gelas bertutup, dapat berdiri tanpa pegangan, mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, makan dengan tangannya sendiri, bermain ci-luk-ba, serta memanggil ayah dan ibunya dengan panggilan yang benar ‘mama-papa’.

Usia 10 bulan
Melambaikan tangan, merangkak dengan baik, mengekspresikan keinginan dengan gerak tubuh, dapat berdiri tegak beberapa saat tanpa berpegangan dan menaruh barang dengan tangan.

Usia 11 bulan
Memahami instruksi sederhana, mengambil dan meletakan benda tertentu ke tempat tertentu dan dapat membungkuk dari posisi berdiri.

Usia 12 bulan (1 tahun)
Berjalan beberapa langkah, meniru orang lain dan perbendaharaan katanya mulai bertambah.

Usia 13 bulan
Mengambil barang sambil membungkuk, merangkai dua suku kata, dapat bercermin, menyatakan keinginan dengan kata dan gerakan tubuh dan dapat menggelindingkan bola.

Usia 14 bulan
Mengambil bola dari kotak dan mengosongkannya, dapat berjalan, meniru permainan, menunjuk anggota badan, makan dengan memakai sendok dan garpu, mendorong atau menarik benda sambil berjalan, serta membuka tutup dan memasangnya.

Usia 15 bulan
Menggabungkan 3 suku kata, berjalan mundur, mencoret-coret dengan krayon, berlari, meminta diambilkan sesuatu, dan dapat memberikan isyarat untuk diam dengan cara meletakan telunjuk di depan mulut.

Usia 16 bulan
Dapat membalik halaman buku, sering marah dan frustasi, menaiki sesuatu, menumpuk 3 balok, mempelajari menggunakan benda atau alat disekitarnya, melepas celana sendiri dan tidur siang secara teratur.

Usia 17 bulan
Merangkai 6 kata, bermain pura-pura, ucapan mulai jelas, melempar dan menendang bola serta mengelompokan mainan berdasarkan warna/ukuran atau bentuk.

Usia 18 bulan
Menyikat gigi dengan bantuan orang lain, membongkar pasang mainan, mulai bisa buang air kecil sendiri, mengayunkan tangan, dan membuat coretan berpola.

Usia 19 bulan
Menggunakan sendok dan garpu sesuai fungsinya, membantu orang lain, memahami 200 kata, mencuci tangan, menunjuk gambar, mengungkapkan keinginan sewaktu akan buang air.

Usia 20 bulan
Melepas baju sendiri, belajar 10 kata baru setiap hari, menaiki tangga, ingin tahu terhadap alat kelaminnya sendiri, menggambar garis lurus dan menyebutkan anggota badan dengan benar.

Usia 21 bulan
Membuat tujuan yang jelas dari aktivutas kecil yang dilakukannya, menyusun 6 balok, menyebut nama gambar di buku, menuruni tangga, mengayunkan tangan dengan kuat.

Usia 22 bulan
Memahami dan mengikuti dua instruksi sekaligus, menyusun puzzle sederhana, menyebut beberapa anggota tubuh sekaligus, memakai baju yang longgar sendiri dan memahami konsep kebaalikan (tinggi x rendah).

Usia 23 bulan
Dapat membuka pintu, menyanyikan lagu sederhana, tertarik bermain dengan anak lain, berbicara sendiri dan sering bertanya ‘kenapa’?.

Usia 24 bulan (2 tahun)
Menyebutkan 6 anggota badan dengan benar, memahami sebagian besar perkataan orang dewasa, berbicara 3 kalimat dengan jelas dan benar, mengungkapkan keinginannya dengan jelas, berjalan menuruni tangga dengan aman, menyadari perbedaan kelamin (laki-laki dan perempuan) dan melompat.

PENUTUP

Di dalam memberikan pendidikan pada anak memang dibutuhkan sebuah kesabaran yang ekstra dan pengetahuan yang luas mengenai cara mendidik anak yang baik dan benar. Karena banyak orangtua yang secara sadar atau tidak sering melakukan berbagai kesalahan ketika memberikan pendidikan kepada anaknya. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para orangtua tersebut? Anda bisa mengetahuinya secara lengkap di artikel Kesalahan Orangtua Dalam Mendidik Anak.

Baiklah, saya cukupkan sampai disini dulu mengenai pembahasan pentingnya pendidikan anak usia dini beserta peranan orangtua di dalamnya, semoga apa yang saya sampaikan kali ini bisa bermanfaat untuk para pembaca semuanya. Jangan lupa untuk selalu berkunjung ke blog sederhana ini dan dapatkan berbagai artikel keluarga menarik lainnya.

Terima kasih.

0 Komentar untuk "Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini"

Silahkan sampaikan komentar anda! Terima kasih :)

Back To Top