18 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Yang Sering Dilakukan




Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak
Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak - Memberikan pendidikan terbaik bagi anak adalah tugas dan tanggung jawab setiap orangtua. Setiap orangtua akan melakukan segala cara mendidik anak yang baik untuk membuat anaknya cerdas, memiliki budi pekerti yang luhur dan berkepribadian yang baik.

Namun, secara tidak sadar orangtua melakukan banyak kesalahan mendasar dalam mendidik anak. Kesalahan-kesalahan itu justru akan membawa dampak negatif bagi perkembangan anak. Tentu hal ini sangat tidak diharapkan oleh para orangtua. Oleh karena itu orangtua perlu mengetahui dan sebisa mungkin menghindari 18 kesalahan orang tua dalam mendidik anak berikut ini :

1. Berbohong kecil dan sering
Banyak orangtua melakukan kebiasaan ini. Pada saat orangtua sedang sibuk dan anak terus mengganggunya, terkadang orangtua akan membohongi anak agar tidak lagi mengganggu mereka. Kebiasaan ini dapat menyebabkan anak tidak percaya kepada orangtua dan akan mengajari anak untuk berbohong.

Ingat! Apapun yang dilakukan oleh orangtua, anak akan menirunya. Tentunya kita tidak ingin anak kita menjadi seorang pembohong bukan?

2. Mengancam anak
Untuk membuat anak menurut terkadang orangtua mengancam anak. Perlakuan ini dapat membuat anak menjadi kecil hati dan dapat membuat anak kehilangan kepercayaan diri.

3. Orangtua tidak mempercayai anak
Banyak orangtua tidak mempercayai anaknya karena menganggap anaknya masih kecil. Sikap ini dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan anak kepada orangtua dan juga dapat membuat anak tidak mau mengungkapkan keinginannya kepada orangtua. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan renggangnya hubungan antara anak dan orangtua.

4. Memberikan kasih sayang yang berlebihan
Setiap orangtua pasti menyayangi anaknya. Namun, terkadang banyak orangtua tidak menyadari bahwa mereka telah memberikan kasih sayang yang berlebihan kepada anak. Banyak orangtua justru melindungi dan membiarkan karakter buruk pada diri anak, membiarkan kenakalan anak, serta cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak.

Hal ini akan membuat anak semakin sulit untuk dikendalikan dan membuat anak menjadi pribadi yang manja. Orangtua yang bijak sebaiknya mengekspresikan dan menempatkan kasih sayang sesuai kebutuhan dan pada tempatnya.

5. Orangtua tidak kompak
Anak tentunya akan menjadi bingung jika pernyataan dari ayah dan ibunya saling bertentangan. Seorang anak tentunya belum mengerti dan memahami dengan benar arti benar dan salah. Orangtua yang tidak kompak akan menyebabkan anak membuat sebuah penilaian dalam benaknya bahwa salah satu orangtuanya tidak sayang kepadanya.

Hal ini tentunya dapat mempengaruhi perkembangan mental anak karena anak cenderung selalu mencari perlindungan kepada orang yang melindunginya (ayah atau ibu).

6. Menyerahkan tanggung jawab mendidik anak kepada pengasuh atau pembantu
Banyak orangtua yang terlalu sibuk sehingga tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mendidik anak. Kebanyakan dari mereka kemudian mempercayakan pendidikan anak kepada pengasuh atau pembantu. Hal ini tentunya dapat berpengaruh buruk terhadap anak.

Pendidikan anak yang terbaik adalah pendidikan yang langsung diberikan oleh kedua orangtuanya. Mempercayakan pendidikan anak kepada pengasuh atau pembantu akan membuat hubungan anak dan orangtua menjadi renggang.

7. Membiarkan campur tangan orang lain (kakek, nenek, tante dan lain sebagainya) dalam mendidik anak
Kakek, nenek dan tante tentunya sangat menyayangi anak kita. Namun, terkadang mereka juga lupa bahwa tidak selamanya seorang anak harus disayang dan dimanja. Mereka sering memanjakan anak kita dan melindungi kesalahannya. Hal ini tentunya akan membuat anak kita menjadi pribadi yang manja, tidak bertanggung jawab dan cenderung mencari perlindungan kepada orang lain jika mendapatkan masalah.

8. Orangtua menakuti anak
Banyak orangtua melakukan kebiasaan ini untuk menenangkan atau membuat anaknya berhenti menangis. Kebiasaan ini sebenarnya merupakan kebiasaan yang tidak baik. Menakuti anak akan membuat anak membenci sesuatu dan kebencian itu dapat tertanam dalam benak anak hingga anak dewasa.

9. Orangtua berjanji tapi tidak menepatinya
Tindakan orangtua tidak menepati janji akan menyebabkan anak tidak mempercayai mereka. Hal ini tentunya akan sangat fatal akibatnya jika anak meniru apa yang kita lakukan. Ingat! Apapun yang kita lakukan anak akan menirunya.

10. Orangtua bersikap berat sebelah
Secara tidak sadar biasanya orangtua cenderung memihak salah satu anak didepan anak lainnya. Tindakan ini adalah tindakan yang tidak baik dilakukan karena dapat membuat salah satu anak menjadi iri. Jika ingin memuji atau menunjukan kesalahan salah satu anak, sebaiknya tidak dihadapan anak lainnya.

11. Orangtua merasa bersalah jika tidak bisa menuruti keinginan anak
Orangtua tidak perlu merasa bersalah jika tidak bisa memberikan atau menuruti keinginan anak. Menuruti keinginan anak secara terus menerus justru tidak baik bagi anak. Orangtua sebaiknya memikirkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum menuruti keinginan anak. Timbang dan pikirkanlah terlebih dahulu apa yang sebenarnya dibutuhkan anak, bukan yang diinginkan anak.

12. Orangtua marah secara berlebihan
Tindakan marah yang berlebihan didepan anak sangat tidak baik bagi perkembangan mental anak. Marah bukan merupakan cara mendidik anak yang baik. Memarahi anak tidak akan menyelesaikan apapun, justru akan membuat keadaan makin buruk.

Jika anak melakukan sebuah kesalahan, yang harus dilakukan oleh orangtua bukan memarahinya, melainkan harus membuat anak mengerti tentang kesalahannya dan membuatnya tidak mengulangi kesalahan itu lagi.

13. Orangtua mengharap perubahan anak yang instan
Anak bukanlah robot atau mesin yang dapat disetting dengan mudah sesuai keinginan kita. Mengharapkan sebuah perubahan yang instan dari diri anak justru akan membuat anak sulit melakukannya dan cenderung menyalahkan diri mereka sendiri.

Hal tersebut tentunya akan berpengaruh buruk bagi perkembangan mentalnya. Jika orangtua menginginkan sesuatu dari diri anak, usahakan agar anak mengerti apa yang kita harapkan dari mereka. Kemudian, kita harus membimbing mereka dengan sabar sambil tetap memberikan arahan yang jelas dan mudah dimengerti oleh anak.

14. Pendengar yang buruk
Setiap anak mengharapkan kedua orangtuanya menjadi tempat curhat yang dapat memahami kecemasan, kegelisahan dan keluh kesah mereka. Namun, terkadang orangtua tidak menyadari keinginan anak ini. Kebanyakan orangtua (terutama orangtua yang sibuk) sering tidak sabar mendengarkan keluh kesah anak.

Bahkan, beberapa orangtua justru memarahi sang anak karena menganggapnya hanya menghabis-habiskan waktu mereka. Tindakan ini tentunya akan membuat anak tidak percaya kepada orangtua dan membuat hubungan orangtua dan anak menjadi renggang.

15. Kebiasaan orangtua mengungkit masa lalu
Kebiasaan ini dapat menyebabkan anak menjadi sakit hati dan cenderung berusaha untuk mengulangi kesalahan-kesalahannya sebagai tindakan balasan terhadap sakit hatinya. Jika orangtua tidak menginginkan anak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan, jangan pernah mengungkit kesalahan dimasa lalu.

Usahakan membuat anak mengerti dan memahami kesalahan yang pernah mereka lakukan dan bimbing anak untuk memperbaiki kesalahannya, sambil terus mengarahkan anak pada nilai-nilai yang benar.

16. Orangtua suka membandingkan
Kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain, sama sekali bukanlah kebiasaan yang baik. Kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain akan membuat anak merasa iri dan benci terhadap orang yang menjadi pembanding. Sementara itu, anak yang digunakan sebagai pembanding akan menjadi besar kepala dan tinggi hati.

Jangan pernah sekalipun membandingkan anak karena setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Motivasilah anak untuk terus maju dan berikan arahan terbaik agar anak tidak melakukan kesalahan yang tidak mereka mengerti atau pahami.

17. Memberikan hukuman fisik
Banyak orangtua memberikan hukuman fisik seperti menjewer telinga atau memukul, jika anak melakukan kesalahan. Tindakan ini justru akan mendidik anak menjadi kejam dan arogan. Nantinya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang arogan, suka menyakiti orang lain, dan suka membangkang.

18. Membiarkan anak menjadi korban televisi
Media tentunya memberikan pengaruh yang luarbiasa besar dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk anak. Anak adalah pribadi yang belum dapat membedakan dengan benar semua informasi yang mereka terima.

Membiarkan anak menonton televisi dan kecanduan menonton televisi akan berdampak buruk terhadap kepribadian anak. Orangtua harus membatasi dan memilihkan program televisi yang pantas dan baik untuk ditonton anak. Usahakan selalu mendampingi anak menonton televisi dan jelaskan kepada mereka setiap informasi yang mereka dapatkan.

Itulah 18 kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang disadari atau tidak hal itu dapat mempengaruhi perkembangan mental dan kepribadian anak. Diharapkan setelah mengetahui dan memahami kesalahan-kesalahan tersebut para orang tua bisa menjadi lebih baik lagi dan bijaksana dalam mendidik anak-anaknya.

0 Komentar untuk "18 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Yang Sering Dilakukan"

Silahkan sampaikan komentar anda! Terima kasih :)

Back To Top