Cara Menghadapi Orang Tua Yang Egois Menurut Islam




Cara Menghadapi Orang Tua Yang Egois Menurut Islam
Orang tua egois

Cara Menghadapi Orang Tua Yang Egois Menurut Islam - Terkadang sebagai anak mungkin kita sering merasa diperlakukan tidak adil oleh orang tua baik itu ayah maupun ibu, ini itu dilarang dan mereka seperti maunya menang sendiri atau EGOIS. Seperti misalnya ketika kita ingin memilih sekolah ini tapi orangtua mengharuskan ke sekolah itu atau dalam hal pernikahan, ketika kita ingin menikah dengan pasangan pilihan kita tetapi orangtua memaksa untuk menikah dengan pasangan pilihan mereka dan masih banyak contoh yang lainnya. Sangat menjengkelkan memang dan rasanya pasti ingin memberontak.

Namun satu hal yang perlu anda sadari adalah bahwa mereka merupakan orang tua kandung anda yang telah melahirkan, membesarkan serta mendidik anda sampai seperti sekarang ini. Jadi sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak untuk selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua.

Apalagi islam sendiri sudah menjelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Isra' ayat 23 yang artinya :

"Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
Bukan hanya dalam Al-Qur'an, dalam hadits Rasulullah shallallahu 'alaih wa sallam pun banyak yang menjelaskan hal tersebut seperti HR. Bukhari & Muslim yang menyatakan bahwa :
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah SWT."
Serta HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah yang berbunyi :
"Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya."

Terkait sifat orang tua yang mungkin kita rasa egois atau maunya menang sendiri, kita tidak boleh langsung menilai hal tersebut secara semena-mana hanya dari satu sisi saja, kita harus benar-benar tahu apa maksud dan tujuan orang tua melakukan hal tersebut. Karena saya yakin jika setiap orang tua pasti mengharapkan yang terbaik bagi anaknya.

Apakah anda tetap akan menilai orang tua egois jika mereka mengarahkan kita ke hal-hal yang baik? Walaupun memang terkadang dalam cara penyampaiannya yang berbeda dengan cara pemahaman kita sehingga sering terjadi kesalahpahaman, disinilah perlu adanya komunikasi yang baik antara anak dan orangtua. Jadi ketika ada masalah cobalah untuk merundingkannya secara baik-baik dengan kepala dingin.

Ciri-ciri Orang Tua Egois


Ciri-ciri Orang Tua Egois
Namun tidak dipungkiri bahwa pasti tetap saja ada orang tua yang memang sudah wataknya egois, suka memaksa, kasar, keras kepala dan suka marah-marah pada anaknya. Sebelum ke solusi cara menghadapi orangtua yang egois menurut agama islam, mari kita pahami terlebih dahulu apa saja ciri-ciri orang tua egois itu! Dan berikut beberapa diantaranya :

1. Arogan atau suka menang sendiri
Ciri-ciri orang tua egois yang pertama yaitu suka bersikap arogan dan maunya menang sendiri. Mereka biasanya akan selalu menganggap diri mereka paling benar dalam segala hal dan pastinya tidak mau dianggap salah apalagi oleh anaknya.

2. Suka mencari kesalahan anak
Ini biasanya dilakukan dalam rangka untuk mendukung pendapat atau keinginan mereka. Ketika posisi anak sudah selalu salah tentu saja sang anak harus mau menuruti keinginan mereka.

3. Tidak memberi kebebasan pada anak
Apa yang dilakukan oleh anak akan dibatasi, melakukan ini dan itu harus mendapat persetujuan mereka bahkan akan cenderung over posesif. Padahal bila orangtua terlalu mengekang anak dan membatasinya dalam segala hal justru akan membuat anak kurang bisa mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya.

4. Tidak mau mendengarkan pendapat dan keinginan anak
Hal ini masih ada kaitannya dengan poin nomor satu, jika sudah maunya menang sendiri tentu saja akan sulit untuk mendengarkan pendapat atau keinginan anak, apalagi jika itu bertentangan dengan keinginan mereka. Mereka mungkin baru akan mendengarkan jika sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

5. Kurang peka dan tidak terlalu memikirkan perasaan anak
Ciri-ciri orangtua egois lainnya adalah biasanya mereka kurang peka dan tidak begitu memikirkan perasaan anaknya. Perasaan anak mungkin akan menjadi hal nomor sekian, karena yang paling utama bagi mereka adalah apa yang menjadi keinginannya harus dituruti oleh anak.

Baca juga : 18 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Yang Sering Dilakukan

Tidak bisa dipungkiri bahwa sifat-sifat tersebut diatas sering kali menjadi salah satu pemicu terjadinya pertengkaran dan rusaknya hubungan antara orangtua dan anak. Seperti yang sering kita lihat di berita televisi atau media tentang kasus tuntutan hukum, penganiayaan bahkan pembunuhan orang tua yang dilakukan oleh anaknya sendiri. Tentu saja hal-hal seperti itu adalah sesuatu yang sangat tidak diinginkan.

Cara Menghadapi Orang Tua Yang Egois Menurut Islam


Cara Menghadapi Orang Tua Yang Egois Menurut Islam

Lalu bagaimana sebenarnya cara menghadapi orang tua yang egois menurut islam? Supaya kita tetap bisa menjaga perasaan mereka dan tidak dianggap sebagai anak durhaka? Karena seperti kita tahu anak yang durhaka kepada orangtua termasuk salah satu dosa besar. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi orang tua yang sering bersikap egois dan menyakiti perasaan kita dan berikut diantaranya :

1. Bersabar
Yang pertama tentu saja anda sebagai seorang anak harus bisa bersabar dalam menyikapi orang tua yang egois, jagalah selalu mulut, tangan dan anggota tubuh lain dari hal-hal yang bisa menyakiti mereka. Ingatlah dengan ayat Al-Qur’an serta hadits yang ada diatas tadi karena itu merupakan tuntunan hidup yang paling benar dari Sang Pencipta.

Tentunya pernah dengar perkataan “Orang sabar disayang Tuhan” kan? Yakinlah bahwa kesabaran yang kita lakukan dalam hal kebaikan tidak akan pernah sia-sia dan pasti akan dibalas dengan pahala yang berlimpah oleh Alloh SWT.

2. Tunjukan selalu ahlak yang mulia
Seperti yang sudah disebutkan dalam ayat Al-Qur’an tadi bahwa kita dianjurkan untuk memuliakan mereka, berkata lembut dan sopan jangan membentak. Karena dengan ahlak mulia yang selalu kita tunjukan kepada mereka nantinya akan bisa membuat mereka luluh dan menyayangi kita.

Balaslah setiap perbuatan mereka yang mungkin telah menyakiti hati kita dengan perbuatan yang baik, jangan membalasnya dengan hal yang sama. Karena perbuatan yang tidak baik sangat tidak dianjurkan untuk di balas dengan perbuatan tidak baik juga. Ketika kita membalasnya dengan hal yang baik justru bisa saja akan membuat luluh hati orangtua kita.

3. Berikan hadiah atau oleh-oleh
Sesekali anda juga bisa memberikan hadiah atau oleh-oleh sebagai bentuk perhatian kepada mereka, supaya orang tua senang dan lunak dengan kita. Tunjukanlah perhatian yang tulus pada mereka kalau mereka adalah orang yang berharga dalam kehidupan anda.

4. Hindari perdebatan
Usahakan untuk menghindari berbagai perdebatan yang mungkin terjadi, diam akan lebih baik dibanding harus membantah atau menjawab perkataan orang tua. Kecuali memang kalau ada hal yang bertentangan dengan ajaran islam, maka kita harus berusaha menolaknya dengan tutur kata atau tindakan yang lembut dan penuh kesopanan.

5. Berikan nasihat
Jangan pernah bosan untuk selalu memberikan nasihat kepada orang tua yang sesuai dengan Al-Qur’an, sunnah atau perkataan para ulama. Cara menghadapi orang tua yang egois menurut islam yang satu ini ketika dilakukan dengan penuh harapan dan kasih sayang diharapkan nantinya hati mereka akan tersentuh. Para nabi pun telah memberikan contoh kepada kita akan hal ini, seperti Nabi Ibrahim ‘alaihi sallam yang tidak pernah bosan memberikan nasihat kepada ayahnya agar beriman kepada Allah SWT.

6. Patuhi perintah orang tua
Mematuhi perintah orang tua adalah hal yang wajib terutama untuk hal-hal yang halal, sunnah atau mubah, kecuali jika mereka memerintahkan hal yang dosa seperti bid’ah, maksiat atau kesyirikan maka kita wajib menolaknya dengan cara yang baik dan sopan. Jangan hanya karena mereka bersikap egois sehingga menjadikan kita melawan atau membangkang pada orangtua, jangan pernah seperti itu!

7. Ajak mereka ke majelis ilmu
Kalau memungkin ajaklah mereka ke berbagai majelis ilmu seperti pengajian atau hal yang lainnya. Kalau tidak bisa anda bisa membawakan rekaman kaset, video atau buku tentang ajaran islam yang baik. Undang lah teman atau saudara yang baik untuk ikut mendengarkan supaya diharapkan akan bisa memberi pengaruh positif bagi orang tua. Karena memang biasanya orang tua akan lebih bisa menerima nasihat dari orang lain dibanding dari kita anaknya.

8. Cobalah untuk diam
Diam yang dimaksud disini adalah tidak melawan atau menjawab apa yang orantua katakan, hal ini untuk menghindari perkataan-perkataan yang tidak pantas muncul yang justru akan memperkeruh suasana. Namun perlu diingat, diam ini bukan mendiamkan dalam segala hal atau memutus komunikasi, tapi hanya diam ketika memang orang tua sedang bersikap egois dan berkata yang tidak sesuai keinginan kita sebagai anak. Ketika dalam hal-hal lain bersikaplah seperti biasa, jangan pernah membenci orangtua.

9. Berikan senyuman kepada orangtua
Pastinya sudah tahu kan kalau senyum adalah ibadah? Dengan senyuman pula akan membuat orang yang melihatnya merasa senang dan nyaman. Dengan memberikan senyuman kepada orangtua diharapkan akan bisa meluluhkan hati mereka. Walaupun mungkin kita sudah dibuat sakit hati namun kita tetap harus memuliakan mereka dan jangan sampai membuat mereka marah, karena murka orangtua juga merupakan murka Alloh SWT.

10. Kasih tahu orangtua tentang dalil-dalil agama
Cobalah untuk memberitahu mereka tentang dalil-dalil agama baik dari Al-Qur’an atau Hadits secara baik, terutama yang berkaitan dengan sikap egois. Jika belum bisa mengungkapkan langsung didepan mereka cobalah untuk memberitahu melalui pesan lewat handphone. Walaupun mungkin orangtua nantinya tidak mempedulikan, paling tidak kita sudah berusaha.

11. Ajak Orangtua Liburan
Buat lah orangtua merasa senang dan alah satunya yaitu dengan mengajak mereka liburan. Daripada harus selalu berselisih paham bukankah akan lebih baik jika kita membuat hati orangtua senang dan bahagia? Tak perlu tempat-tempat yang mewah atau mahal, cukup tempat yang sejuk dan nyaman seperti pantai atau tempat wisata alam lainnya. Suasana yang sejuk dan nyaman tentu saja akan membuat pikiran menjadi lebih terbuka, sehingga kita bisa membicarakan hal-hal yang ingin kita diskusikan, usahakan untuk pelan-pelan dan tidak to the point. Karena kalau langsung ke permasalahan dikhawatirkan justru akan merusak suasana.

12. Ajak Berdiskusi di Waktu yang tepat
Segala permasalahan akan lebih baik jika diselesaikan secara musyawarah atau diskusi. Namun kita harus pandai-pandai memilih waktu yang tepat, jangan ketika mungkin orangtua sedang capai atau banyak pikiran malah kita mengajaknya berdiskusi, bukannya akan menyelesaikan masalah yang ada malah bisa menambah masalah. Jadi pilihlah waktu yang tepat untuk melakukannya.

13. Minta bantuan orang lain
Cara berikutnya yang bisa kita lakukan dalam menghadapi orang tua yang egois adalah dengan meminta bantuan orang lain, terutama orang yang disegani oleh orang tua kita atau orang yang selalu didengar pendapatnya oleh mereka seperti kakek nenek kita, ustadz atau yang lainnya. Ungkapkan lah apa yang kita rasakan diskusikan dengan baik dengan orang-orang tersebut. Sehingga mereka benar-benar tahu permasalahan kita sehingga nanti bisa mendiskusikannya secara baik dengan orangtua kita.

14. Minta izin untuk keluar rumah
Apabila anda mungkin sudah tidak sabar menghadapi perilaku orang tua yang egois, anda bisa meminta izin kepada mereka untuk keluar rumah. Carilah jalan atau alasan yang baik usahakan jangan membohongi mereka, hal ini bukan dimaksudkan untuk kabur atau gimana melainkan supaya mereka bisa merindukan kita. Jangan jadikan perpisahan tersebut untuk menjauhi mereka melainkan jadikanlah untuk bisa membanggakan mereka nantinya.

15. Berdoa
Cara menghadapi orang tua yang egois menurut islam selanjutnya adalah berdoa. Doa inilah hal yang harus selalu kita lakukan, karena hanya Allah SWT lah yang bisa membolak-balikan hati seseorang. Mohonlah kepada-NYA untuk memberi hidayah dan menunjukan jalan yang lurus kepada orang tua anda.

Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah seburuk apapun sikap mereka, tetaplah untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, jangan pernah menyakitinya. Terkadang saya merasa miris melihat berbagai kasus yang sering terjadi seperti ada anak yang sampai tega membunuh orang tuanya atau menuntut orang tua sampai ratusan juta rupiah ke pengadilan. Dimana sebenarnya hati nurani mereka? Apa mereka tidak ingat dari mana mereka dilahirkan dan dibesarkan, bahkan ibu kita sampai menaruhkan nyawanya saat melahirkan kita ke dunia.

Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua


keutamaan berbakti kepada orang tua
Keutamaan berbakti kepada orang tua

Selain itu yang harus kita tahu adalah banyak Faedah Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua yang sudah dijelaskan dalam agama islam seperti :

  • Akan menjadi jalan dikabulkannya doa
  • Menjadi sebab dihapusnya dosa besar
  • Pemberi keberkahan dan bertambahnya rezeki
  • Diterimanya suatu amalan
  • Sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat

Jadi renungkanlah berbagai keutamaan-keutamaan tersebut. Apakah masih ada penghalang untuk kita berbakti kepada orang tua? Sayangi dan selalu muliakan lah kedua orang tua kita Karena kita akan sangat merugi kalau sampai menyia-nyiakan orang tua yang masih hidup, jangan sampai terjadi penyesalan ketika mereka sudah tiada.

Untuk anda yang mungkin orangtua nya sudah tiada, ingatlah untuk selalu mendoakannya disetiap shalat dan sujud kita, karena salah satu dari 3 hal yang pahalanya akan selalu mengalir terus selain amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat adalah doa dari anak yang sholeh.

Baiklah saya rasa cukup sekian dulu untuk pembahasan kali ini mengenai cara menghadapi orang tua yang egois menurut islam beserta anjuran untuk kita berbakti kepada mereka. Semoga apa yang saya sampaikan kali ini bisa memberikan manfaat untuk para pembaca semuanya.

Wassalam.

Tag : Keluarga
36 Komentar untuk "Cara Menghadapi Orang Tua Yang Egois Menurut Islam"

Terimakasih atas ilmunya, semoga selalu bermanfaat dan menjadi amal jariyah, aamiin

Aamiin... Terima ksih sudah berkunjung :)

Orang tua yang baik adalah orang tua yang memenuhi dan membiayai kebutuhan anak2nya dan tidak pernah membebani pikiran juga memberi pekerjaan diluar kemampuan anak2nya, jadi anak harus berpikir sebelum memutuskan apakah orang tua kita termasuk orang tua egois atau bukan. Tanya diri kita sendiri dan jawab dengan sejujur-jujurnya, pengorbanan apa saja yang sudah diberikan orang tua kepada diri kita. Baru kita bisa memutuskan kategori apa orang tua kita,

Saya capek hadapi bapak saya yg egois selalu ingin merasa benar ,dia salahpun tidak mau meminta maaf kepada anak nya.. saya selalu sabar , selalu memaafkan nya , selalu diam disaat ke egoisan nya muncul, selalu pergi ,tapi itu selalu di ulangi terus... Kesabaran saya sudah di ambang batas , dan cukup stress hadapi nya..

Saya ga than menghadapi ibu sy. Bliau trll egois, sikap nya spt abg. Urusan rmh sbagian bsr sy yg handle. Smp ade2 sy yg Tk n sd spt anak sy. Sy stress bgt ga tahan lg😭😭😭

Kalo sabar terus lama" capek,tapi gapapalah nmnya juga jadi anak yg ingin membahagiakan orangtua :)

Ibu saya sering mencari kesalahan saya

Ternyata bukan gw doang yg gini yg lain pun sama. Yah kita sabar aja sebagai anak.berat emang betul berat banget . Tapi gimana lagi .ok lakukan yg mnurut kita benar BERSABARLAH ya smuanya

Saya pun melakukan kesalahan yg besar terhadap orang tua saya. Dimana terdapat perbedaan pendapat yg harus tentang karena berhubugan dengan kemusyrikan.saya menentang hingga kata kata kasar.namun sebenarnya itu saalah seberapapun buruk oraangtuaku bukankah dulu ia yv mengislamkanku waktunlahir? Bukan kah mereka yg sabar membingku waktu aku tak tahu apa apa. Dan sekarang Allah membukakan jalan bagiku dan menerangkan jalanku. Kenapa disaat mereka sekarang gelap aku tidak sabar menerangi mereka dan malah menghujat? Itulah kesalahan ku yg tidak sabar menghadapi orang tua. Dimana seharusnya aku sabar menyampaikan yg benar. Bukan menghujat seperti dlu.

Semoga dimudahkan untuk membimbing orangtua ke jalan yg benar ya mas, dan semoga Alloh memberikan hidayah kepada orangtua mas Anton ... Aamiin

Sabar itu Indah pada akhir...

Emosi itu kacau balau, berantakan,tdk indah, karena ada setan nya disaat kita emosi...

Saya mau minta pendapatnya, jika ada orang tua yg trga mengatai anak, menantu dan calon cucunya sampai menyumpahunya yg tdk baik org tua mcam apa mreka? Padahal disatu sisi anknya sdh memberikan yg dia inginkan, tetapi selalu tdk cukup, sdh dinasihati untuk berdoa dan sholat tapi malah menyumpahi anaknya? Akibatnya sang anak naik pitam dan bertengkar? Padahal dari kecil anaknya dianggap seperti peliharaan dipukul dikurung disuruh minta2 ke keluarganya. Sedangkan sang ibu hanya kerjanya nonton tv dan mengurung diri dirumah. Apakah jika anak marah dan bertengkar kepada ibunya? Apakah anak itu dikategorikan sebagai anak durhaka? Sdgkan sifat ibunya sdh tertutup hatinya

Sebenarnya saya juga ada masalah kecil di keluarga saya, diantaranya seperti ibu sayang yang melakukan hal yang salah, dan saya ingin membenarkanya malah di buat bercanda, bagaimana agar saya dapat meluluhkan hati ibu saya, terhadap suatu hal yabg salah ?

kalau menurut saya sebagai anak yang kadang harus menghadapi orangtua yang zalim, orangtua yang baik bukanlah yang hanya sebatas memberi makan atau memenuhi kebutuhan anak, tetapi orangtua yang dapat memberikan lingkungan yang damai yang bagus bagi perkembangan mental anaknya....kalau definisi orangtua yang baik hanyalah sebatas memberikan makan dan memenuhi kebutuhan,,,,,coba lihat anak panti asuhan,,,,meskipun tanpa orangtua mereka makan juga kok (meskipun sederhana), sekolah juga, dsb...kalau masalah makan, sekalipun cuma makan nasi, garam, ikan teri saya tak masalah, karena anak harus mengerti dengan keadaan ekonomi keluarganya, lagipula ekonomi bisa ditingkatkan dengan berusaha, tetapi tumbuh dilingkungan yang bagus dengan orangtua yang berwatak bagus/bijak itu jauh lebih penting daripada hanya sekedar pemenuhan kebutuhan perut dan lainnya!!!......kalau MINDSET ANDA tentang orangtua yang baik hanya sebatas dalam hal pemenuhan kebutuhan dan membiayai anak, maka jangan heran jika sekarang banyak anak yang kalau sudah kaya menjadi kurang ajar kepada orangtuanya, toh mindset yang tertanam adalah 'yang penting gue udah kasih uang dan makan'

intinya! memenuhi kebutuhan dan membiayai hidup anak adalah mutlak, tetapi dua poin itu saja tidak cukup untuk mengkategorikan orangtua sebagai orangtua yang baik....bagi saya orangtua yang baik adalah orang tua yang bisa memberikan anaknya lingkungan psikologis yang sangat baik, teladan yang baik dsb...bukan orangtua yang bisa kasih anaknya banyak uang!!!

pemenuhan dan pembiayaan kebutuhan yang diberikan oleh orangtua rasanya bukanlah apa-apa dan tak ada gunanya jika orangtua berperangai buruk seperti gemar memaki, memfitnah dsb....lebih baik tinggal dengan orangtua yang miskin tetapi berakhlak baik, daripada dengan orangtua yang royal tapi memberikan lingkungan perkembangan yang tidak sehat bagi mental anaknya dan memberikan contoh yang buruk!.....uang untuk pemenuhan kebutuhan dan pembiayaan bisa dicari dan sekecil apapun itu masih bisa disyukuri, tapi lingkungan yang bagus tidak bisa DIBELI dan belum tentu semua orangtua mampu memberikan lingkungan yang bagus bagi perkembangan anaknya!!!!

wahhhh banyak yg ngalamin kayak saya juga ya,saya kira saya doang yg punya ibu egois hehe. mau cerita sedikit sih jd saya punya ibu yg dikit dikit suka ngungkit masalah atau ngungkit yg lainnya,ibu saya juga tiap hari hampir ngomong kasar kalo posisinya tiap hari yg menurut dia saya bikin kesalahan padahal saya udah ngelakuin apa yg dia mau,saya udah ngerjain sebagian pekerjaan rumah tp pandangan ibu saya itu adalah saya gapernah ngapa2in dirumah,sekarang saya kuliah dan ibu saya kalo marah selalu ngungkit,berkata kasar,sampe ibu saya bilang saya cuma anak yg numpang dirumah orangtuanya,saya yg gapunya apa2 dirumah orangtua saya jd ibu saya selalu bilang saya cuma ngerepotin hidupnya karna saya numpang dirumahnya,kalo pun saya udah punya uang banyak saya bakal nabung dan beli rumah,sayangnya saya baru anak kuliahan dan saya juga punya usaha sampingan buat biaya kuliah dan kebutuhan kuliah dan kebutuhan kalopun saya mau makan diluar,semenjak saya punya usaha orangtua saya juga gapernah ngasih uang jajan ataupun keperluan kuliah saya tp ibu saya selalu bilang saya nyusahin dan sering kali saya disuruh minggat dari rumah

Ternyata ada artikel yang membahas ini juga ya.. Artikel yg bagus.. Karena saya merasakan.. Saya merasa sdh berussaha berbuat baik kpd org tua saya tapi mengapa msh kurang..saja.. Malah yang saya perhatikan diluar sana bnyk org tua yang membagakan anaknya kok yg saya rasakan malah sebaliknya ya.. Orang tua saya tdk boleh salah meski sedikit.. Sdh gitu d omong ke saudara.. Ya allah... Mmg riwayat orang tua saya adalah orang tua yang tidak mengurus saja sejak bayi.. Saya baru tinggal serumah kurang lebih satu tahun.. Smg slalu d bri kesabaran ya allah.. Dn d bri kebahagian untuk org tua saya bahagia lahir dn batinnya... Ammin

Andai aku bisa memilih dengan siapa aku dilahirkan aku tak akan memilihnya karena orang tua ku adalah orang tua yg egois, selalu menuntut anaknya, selalu memeras, tak pernah menepati janji, jika ada yg lebih dari anaknya maka dia selalu membanding-bandingkan, rasanya tidak kuat lama-lama bertahan tuk tinggal bersamanya, karena aku merasa tak pernah dihargai.

Capek gua sabar mulu:"
Untuk ketemu nyokap aja dibatasin sama bokap. Dari 3 bulan libur gua, masa 2 minggu aja ga boleh sama nyokap. Kalau udah gini siapa coba yang egois.

Ternyata banyak juga disini yg nasibnya sama kayak saya. Sedikit curhat, Ibu saya memang tipikal ibu yang keras kepala dan tangguh dengan pendiriannya sendiri. Kalo bicara ya apa adanya. Sampe borok2nya pun dibicarain. Tapi meski begitu, ya gimana pun juga dia ibu saya. Seburuk apapun wataknya, ya saya sebagai anak sudah memakluminya. Kadang itulah yang membuat ayah saya akhirnya menyerah dan memilih pergi dari rumah. Sampe berbulan2 lamanya. Malah saking keselnya nyuruh saya tinggalin ibu saya. Saya sebagai anak tunggal jadinya bingung. Di sisi lain, karena wataknya yang keras itu, ibu saya punya darahtinggi sampe kena stroke ringan. Yahh, akhirnya karena keadaan saya milih tinggal sama ibu daripada ayah saya. Meski begitu, saya nggak bisa pro ke ibu terus, ada kalanya saya juga rindu sama ayah saya. Nasib anak brokenhome emang miris banget ya? Tapi aku yakin, di balik semua ini Allah punya rencana lain yang baik untukku. Aku percaya itu. Mungkin ini ujian yang di berikan-Nya lewat orang tua saya supaya derajat saya nanti ditinggikan di sisi Yang Maha Kuasa. Yang penting, terus bersabar dan jangan lelah berhuznuzon sama Allah Ta’ala.
Semoga teman2 disini juga sama ya... ini ujian dari Allah lewat orang tua. Terus bersabar dan berdoa sama Allah yang terbaik... :)

Yang sabar ya saudariku, orang tua yg zalim memang bisa menjadi cobaan untuk anaknya. Dalam islam sezalim apapun orang tua sikap kita cuman satu tetep ramah dan baik kepada mereka. Nurut dengan perintah2 mereka kecuali yg bertentangan dengan agama. Itupun harus ditolak dengan lembut.

Masalah rezeki kalau memang adek sudah bisa biaya sendiri alhamdulillah, ingat bahwa rezeki dari Allah tidak akan tertukar. Walaupun ortu sebetulnya memiliki kewajiban kepada anak sampai pernikahan.

Saya doakan adek selalu dalam lindungan, berkah dan ridho Allah SWT. Amin

jarang di hargai beliau (ibu) rasanya sakit bgt. apa pun yg d lakukan kurng sdkit sja smua kata" keluar selalu sbar hingga dtik ini mau menang sndri dan di dpan org" mau merasa kluarga trhebat dan harmonis nyatanya berbanding trbalik

Yg ente sebutkan uda ana terapke semua tapi gitu trus bleh nggak ana racuni biar nurut

Saya sampai saat ini mengerti dan merasakan definisi dari orang tua. Namun sejak kecil saya dibesarkan dengan keluarga yang bercerai. Lanjut ibu saya menikah lagi namun saya merasa kurang sentuhan. Ibu saya sibuk mencari uang, sedangkan saat sekolah saya sering dititipkan pembantu bahkan untuk mendaftar SMA pun saya dititip tetangga berprofesi tukang ojek. Kuliah pun saya mendaftar sendiri. Selepas dari saya kuliah, usaha ibu saya sepi. Dan saya bertanggung jawab penuh untuk beliau sampai saat ini. Namun dirasa, mengapa saya seolah sendiri dimana kakak2 saya pun harusnya ikut membantu. Ibu menuntut terlalu banyak pada saya soal rumah tangga dan khususnya kebutuhan beliau. Sedangkan saya tidak mampu berbuat banyak. Skrg saya hanya banyak diam dan berusaha untuk menasihati beliau. Namun, beliau masih tetap merasa kurang dari apa yang telah saya usahakan untuk beliau. Saya mohon masukan dari saudara/i. Kadang saya hanya bisa menyesali kenapa saya harus sekolah dan kuliah untuk membalas jasa dan biaya yang telah ibu saya pertaruhkan. Saya bingung sampai saat ini. Mohon pencerahannya.

4 bersaudara namun saya rasa beban lebih berat ke saya dengan tuntutan keinginan ibu saya yang diluar batas kemampuan saya. Saya kadang stress memikirkannya. Mohon maaf, ibu saya sedikit matrealistis.

Aku juga punya ibu yg tidak menghargai anak2nya juga, setiap di nasehati dan diarahkan ke jalan yang baik malahan dia bilang " kamu itu masih kecil, paham apa?" Kzl gasih digituin? Udah niat kita baik malah begitu, dan kalau salah yaudah dia yang mau menang. Dan habis ditinggal ayah nggak ada malah makin jadi. Jadi aku dari kecil disini gapernah ngerasa kaya punya ibu, emang dia serumah sama aku, tp dulu pas ayah masih hidup pun yang ngerjain pekerjaan rumah ayah, mulai dari masak, menjemput dan bersih2 rumah. Saya herann kok bisa ibu kaya gitu, dinasihati yang baik malah marah, apalagi sekarang udah kenal hape android, makin gakaruan sifatnya. Saya tau dia membohongi kami semua kalo dia punya hubungan khusus dengan suami orang. Mau menasihati takutnya malah bertengkar, karna saya sudah sering bertengkar dg ibu saya.sejak kakak2 saya sudah kerja dan dirumah hanya tinggal saya dan ibu, semua urusan rumah saya handle, dia cuman duduk diam dan hapean, setidaknya membantu anaknya anaknya juga senang. Semoga dosanya2 selalu diampuni oleh allah swt yarabb, sabar tingkat dewa ini, sampai aku ga betah tinggal dirumah mau ditinggal ya kasian namnya orang tua sendirian ya bagaimana. Astaghfirullah, saya sangat stress :(

Yah sebenarnya sih kesal juga. Kalo mereka tidak suka dengan pendapat kita atau keinginan kita selalu dianggap melawan dan memakai senjata "mama udah ngelahirin kamu, besarin kamu, didik kamu. Ayah kamu yang selalu banting tulang buat hidupin kamu". Saya juga selalu dibanding2in sama sodara2 saya. Diantara 4 anaknya saya yang dianggap paling aneh. Saya juga kurang tegas dan pendirian yang kuat karena orangtua saya selalu gak suka apa pendapat saya. Mereka selalu ingin dengar apa mereka inginkan. Orang2 yang ngeliat saya juga pandangannya selalu kosong dan kek gak punya semangat hidup.

Kalo di nasehatin malag marah" gimana tuh? Bahkan mengeluarkan kata" kurang enak di dengar..

Setiap anak pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk ortunya. Tp ortu kadang tidak memikirkan bagaimana kondisi ekonomi anak. Ketika anak belum bisa memberi banyak pasti ada saja perkataan dan sikap yang menyakiti hati anak. Walau sudah terus bersabar tp selalu tidak ada perubahan. Jika ada yg kurang sedikit berubahlah sikap baik nya jadi buruk

Sama halnya dengan saya, ternyata banyak ya yg senasib dengan saya, klw saya di bpk dia orgnya darah tinggi apa2 menganggap saya sebagai cowok ga becus inilah itulah, padahal saya udah bekerja dan bersih2 rumah dengan baik wlwpun bgitu itu hanya sementara baiknya, keesokan harinya beliau marah2 ga jelas, pernah suatu ketika saya sebagai pengajar mengerjakan tugas, sedangkan BPK saya menyuci baju dgn menggunakan mesin cuci , dia lupa ketika menyuci baju selang pembuangannya itu tidak di masukin ke kamar mandi selang beberapa lama banjirlah tuh air ke Deket mesin cuci, nah saya Khan ga tau ya klw misalkan selangnya itu blm di keluarkan padahal sudah jelas2 saya sedang mengerjakan raport anda yg sebagai pengajar tau lah klw raport itu seperti apa ribetnya, stelah itu terjadilah cekcok ya Taulah ceramah sampe hinaan keluar dari mulut BPK saya, yg dibilang saya ga peduli lah kebiasaan jelek lah, ga berhenti2 tuh sampe beberapa jam ngomong terus kaya kereta , ya saya yg sabar kesel lah di gituin akhirnya saya lawan aja dia marah2, alhamdulillahnya ibu saya yg misahin.. , saking keselnya saya ga mau ngomong sama beliau mending diam daripada berdebat dengan orang yg darah tinggi kaya kemasukan setan ngalah sama yg.normal aja

1 hal sebagai anak harus pintar bersabar. Lakukan saja perintah Allah dan ikuti petunjuk nabi Muhammad. Dijamin surga
Sesungguhnya dunia itu penjara bagi mukmin dan surga bagi yang lain jika kamu mengetahui hehehe

Kayanya kita semua harus belajar dari acara tv nya Indosiar ,biar ending kita tau bagaimana .. hahaha ..

Saya capek baik,saya capek ikutin perkataan orgtua capek,saya kyk org asing,org gk berguna,ayah tiri saya juga sama,rasa saya mau pergi,jauh gk ada yng kenal,mau hilng,kalau emng itu semua bukan dosa dri dulu saya pergi

Silahkan sampaikan komentar anda! Terima kasih :)

Back To Top