Mengenal Gerakan Bayi Dalam Kandungan Selama Kehamilan




Mengenal Gerakan Bayi Dalam Kandungan Selama Kehamilan - Setelah berhasil mendapatkan kehamilan, tugas pasangan suami istri tidak cukup hanya kontrol kehamilan ke bidan atau dokter saja, namun juga wajib memantau kehamilannya hingga masa persalinan tiba. Mengenal gerakan pada janin atau bayi merupakan salah satu yang wajib dipelajari oleh pasangan suami istri, karena sehat tidaknya janin bisa dilihat dari gerakannya.

Gerakan Bayi Dalam Kandungan

Ibu hamil seringkali tidak sabar ingin segera merasakan gerakan bayi dalam kandungan -nya, namun ibu hamil harus tahu bahwa gerakan janin pada setiap ibu berbeda-beda, misalnya gerakan janin bagi ibu yang mengalami kehamilan pertama bisa dirasakan pada usia kehamilan 18 minggu, sedangkan pada kehamilan berikutnya seorang ibu bisa merasakan gerakan janin lebih awal, yakni pada usia kehamilan 16 minggu atau kurang lebih 4 bulan.

Mengenal gerakan pada janin tidak hanya penting untuk menjaga kehamilan sehat, akan tetapi juga meningkatkan kasih sayang ibu kepada janin dalam kandungan. Pada kehamilan muda, umumnya gerakan janin akan lebih lembut dan relatif lebih sedikit.

Namun seiring bertambahnya usia kehamilan, janin akan memiliki gerakan yang cukup kuat dan intensitas lebih sering, seperti menendang, gerakan memutar, menggeliat, memukul, dan lain sebagainya. Baru setelah kehamilan mendekati persalinan, gerakan janin akan mengalami penurunan. Kenapa? Karena pada masa itu, organ-organ tubuh janin semakin besar sehingga ruang gerak janin terbatas. Pada masa trimester akhir inilah, seorang ibu harus lebih intensif dalam memantau gerakan janin.

Baca juga : Penyebab Pusing Saat Hamil Muda

Mungkin Anda bertanya, berapa kali gerakan janin dalam sehari? Gerakan kuat sebanyak lebih dari 10 kali dalam sehari merupakan tanda-tanda janin sehat, namun gerakan janin lambat bukan berarti janin Anda tidak sehat. Gerakan janin terasa lambat bisa terjadi pada saat janin tengah tidur atau bayi memang sedang malas bergerak. Ibu hamil wajib waspada, apabila :

  • Usia kehamilan sudah lebih dari 20 minggu atau 5 bulan, namun ibu belum merasakan gerakan janin sama sekali.
  • Gerakan janin lemah dan lambat atau bahkan tidak ada gerakan pada trimester ketiga.
  • Gerakan janin terlalu berlebihan hingga menyebabkan keluhan dalam kehamilan, misalnya kontraksi.

Jika ibu hamil mengalami hal tersebut diatas, maka disarankan segera memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan. Untuk memudahkan pasangan suami istri, simak informasi tentang mengenal gerakan bayi dalam kandungan selama kehamilan berikut ini :

Pada minggu ke-16 sampai 20 ( Usia 4 bulan - 5 bulan )
Pada minggu ke-16, umumnya ibu hamil akan mulai merasakan gerakan pertama dari janin dalam kandungan. Gerakan halus dari janin biasanya sulit dirasakan oleh ibu yang mengalami kehamilan pertama, karena itu biasanya mereka baru bisa merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 18 minggu.

Minggu ke-21 sampai 24 ( Usia 5 bulan - 6 bulan )
Pada masa ini, aktivitas janin semakin meningkat yang bisa dirasakan dari mulai tendangan dan pukulan janin. Janin semakin aktif karena volume ketuban masih membantu janin untuk leluasa bergerak.

Minggu ke-25 sampai 28 ( Usia 6 bulan - 7 bulan )
Pada masa ini, Janin mulai mengalami cegukan yang biasanya menimbulkan sensasi tersentak-sentak pada ibu hamil. Selain itu, janin juga sudah mulai mampu merespon suara dari luar rahim. Pada saat ini, ibu bisa mengajak janin berkomunikasi dan terus menstimulai tumbuh kembang janin.

Minggu ke-29 sampai 31 ( Usia 7 bulan - 8 bulan )
Pada masa ini, gerakan bayi dalam kandungan akan memiliki gerakan yang kuat, intensitas sering dan terkendali. Tendangan, geliat, dan pukulan janin yang keras kadangkala memicu terjadinya kontraksi, untuk itu ibu hamil harus rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter kandungan.

Minggu ke-32 sampai 35 ( Usia 8 bulan - 9 bulan )
Masa ini merupakan puncak aktivitas janin. Gerakan Janin akan lebih kuat dan teratur. Pada saat ini, ibu harus sudah mampu mengenali aktivitas janin dalam kandungan, misalnya : waktunya tidur dan terjaga.

Minggu ke-36 sampai 40 ( Usia 9 bulan lebih )
Pada masa ini, gerakan janin akan sedikit berkurang, karena ukuran janin yang semakin besar dan ruang gerak janin yang terbatas. Namun kondisi ini tetap harus membuat ibu waspada dan terus memantau gerakan janin.

Itu tadi adalah beberapa gerakan bayi dalam kandungan sesuai dengan usia kehamilan yang perlu anda ketahui. Semoga informasi diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua terutama untuk para pasangan suami istri yang sedang menanti kelahiran buah hatinya.

Tag : Bayi, Kehamilan
0 Komentar untuk "Mengenal Gerakan Bayi Dalam Kandungan Selama Kehamilan"

Silahkan sampaikan komentar anda! Terima kasih :)

Back To Top