Thursday, September 21, 2017

Apa Yang Dimaksud Dengan Jahitan Episiotomi?

Posted by Abu Alifa on Thursday, September 21, 2017

Jahitan Episiotomi

Apa Yang Dimaksud Dengan Jahitan Episiotomi? Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang bayi yang ukurannya cukup besar bisa keluar dengan lancar dari lubang yang cukup kecil? Perlu anda ketahui, ketika bersalin, ada kemungkinan faraj akan terkoyak karena bayi membutuhkan ruang yang cukup besar untuk bisa keluar dari rahim ibu. Karena itu, terkadang dokter akan menggunting faraj untuk mengurangi resiko koyakan dan mempermudah laluan bayi. Namun, ada juga yang membiarkannya robek sendiri tanpa digunting. Guntingan atau robekan pada faraj ini disebut episiotomi.

Nah sekarang sudah tahu kan episiotomi adalah apa? Setelah proses persalinan selesai, robekan atau sobekan guntingan episiotomi ini akan dijahit dengan jahitan episiotomi. Jahitan ini menggunakan benang yang akan hancur dengan sendirinya setelah beberapa hari pasca operasi. Ketika jahitan ini dilakukan, ada dokter yang memberikan obat bius kepada pasiennya dan ada pula yang langsung dijahit begitu saja tanpa pemberian obat bius. Jika rasa mulas pasca melahirkan itu masih terasa, bisa saja anda tidak akan merasakan sakitnya jahitan episiotomi meski tanpa obat bius. Namun, jika anda tidak merasa yakin untuk dijahit tanpa obat bius, anda bisa meminta pada dokter untuk memberikan bius lokal.

Sebenarnya tidak semua wanita yang melahirkan membutuhkan jahitan episiotomi. Hanya saja dokter akan tetap memberikan episiotomi pada kasus-kasus tertentu. Contohnya, proses persalinan ini adalah proses persalinan anak pertama. Agar lancar dan lebih mudah, episiotomi biasanya dilakukan. Selain itu, hal ini dikarenakan pada proses persalinan pertama, biasanya vagina wanita masih cukup kencang dan sempit untuk jalur keluar bayi. Selain kelahiran pertama, episiotomi juga dibutuhkan untuk kelahiran sungsang.

Setelah jahitan episiotomi diberikan, ada beberapa tips mudah dalam melakukan perawatan luka episiotomi ini supaya cepat sembuh. Anda bisa merendam punggung atau bagian bawah perut dalam air bergaram 2-3 kali sehari selama seminggu. Hal ini bisa mempercepat proses pengeringan luka. Selain itu, pastikan vagina atau faraj selalu kering setelah anda mandi atau buang air. Jangan duduk terlalu lama pasca episiotomi. Anda juga perlu berjalan atau bergerak untuk membiasakan diri lagi. Namun, ingat untuk bergerak pelan-pelan.

Itu tadi adalah penjelasan mengenai jahitan episiotomi, semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat untuk anda semuanya. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya di blog ini seperti informasi mengenai Masa Nifas Setelah Melahirkan. Terima kasih.

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment

Silahkan sampaikan komentar anda! Terima kasih :)

Featured Post

18 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Yang Sering Dilakukan

Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak - Memberikan pendidikan terbaik bagi anak adalah tugas...